Indahnya hari ini berawal dari indahnya wajah ibu


Lya


Banyak hal menyita alam bawah sadar saya beberapa bulan terakhir. Hingga membuat tata kelola emosi
dan produktivitas peran saya di rumah sebagai istri dan ibu semakin kaku.

Bersyukur sebulan ini tercerahkan dengan sharing-sharing mbak Deasi dan teman-teman melalui materi-
materi kelas Manajemen Rumah Tangga. Terlebih materi bab masa masa sulit. Saya jleb banget saat
mbak Deasi bilang “Profesional tidaknya ibu menjalani masa-masa sulit di rumah pasti akan menjadi
bekal bagi anak-anak dalam menjalani masa-masa sulitnya juga kelak “ Ya Allah … iya mbak bener
banget … saya mengamati anak-anak … kehilangan demi kehilangan secara langsung mendidik anak-
anak beradaptasi bab ujian kehidupan, kehilangan, kematian , bagaimana mengelola kesedihan dengan
lapang hati, bagaimana pula menyelami birrul walidain akan hadirnya buyut di rumah dst. Nampaknya
ini masa sulit yang AHA mbak ! moga moment ini menjadi salah satu bekal terbaik mereka kelak.

Jujur, meski berusaha ikhlas dan sabar akan kehilangan orang terdekat berturut-turut … anak, mertua,
bapak dan ibu serta beradaptasi dengan tugas baru momong nenek … ini adalah masa-masa tersulit
yang datang bak air bah bagi saya dan banyak sekali yang harus diperjuangkan untuk dipelajari jauh
lebih dalam aka professional kalau kata mbak Deasi. Apapun itu yang Allah datangkan pada kita tidak
ada yang namanya penderitaan tanpa arti dan tujuan yang ada adalah sayangnya Allah untuk
membentuk diri kita lebih baik lagi dan lagi … terus begitu sampai tunai tugas kita di dunia. Ya Allah …
mbak … dalam kelas ini aku belajar melembut dan melentur atas semua idealisme dalam pencapaian
harianku. Bahwa tak mengapa gagal atau tak selesai dalam pencapaian maksimal keseharian kita yang
terpenting adalah kita telah berhasil menuntaskan pencapaian minimal kita dalam keadaan tetap terjaga
kewarasan dan keprofesionalan kita sebagai istri dan ibu. Karena indahnya hari ini berawal dari indahnya
wajah ibu.

Terima kasih mbak Deasi … meski diriku sering bersembunyi dalam diam tapi percayalah mbak …kelas ini
begitu berarti untukku … ternyata aku tak sendiri menjalani masa-masa sulit mengelola rumah tangga,
banyak teman disana yang memiliki masa yang sama atau bahkan lebih … namun bersyukur Allah masih
beri kesempatan untuk membentuk diri lebih baik lagi. Aku pasti akan sangat merindukan notifmu tiap
pagi mbak …. In syaa Allah akan terus berproses lebih baik lagi … bismillah … Luv U coz Allah mbak …
moga lillahmu berbalas jannah ya mbak sekeluarga… Aamiin ya mujibassailiin !



Search