Fakta Sistem Kekebalan Tubuh Saat Ini Diseputar Bahaya Kebersihan Karena Covid 19

Written by on September 15, 2021

Mencuci tangan
Ini adalah solusi yang jelas dan masuk akal untuk melindungi diri kita sendiri dan orang lain. Tetapi ada sisi yang lebih dalam dari cara perlindungan ini yang harus kita sadari.

Terlindungi secara menyeluruh jelas merupakan tindakan yang tepat untuk orang-orang dengan kondisi kesehatan yang terkompromikan. Namun bagi individu yang sehat, kebersihan dan perlindungan yang berlebihan, dalam jangka panjang, dapat menjadi praktik yang berisiko.

Apa maksudnya?

Di internet, kita akan menemukan cukup banyak artikel oleh ahli epidemiologi, yang ditulis sebelum zaman kehadiran virus corona, yang berbicara tentang bahaya sistem kekebalan yang tidak dikembangkan. Dan kondisi saat ini adalah salah satu contohnya.

Satu masalah utama adalah bahwa bagi mereka yang sistem kekebalannya tidak ditantang, mereka cenderung mengembangkan alergi dan penyakit autoimun. Dan masalah itu tidak hilang hanya karena kita berada di tengah krisis virus corona ini. Faktanya, kondisi ini mugnkin akan menjadi lebih serius.

Sejujurnya, virus ada dimana-mana.
Di layar komputer dan HP yang kamu lihat.
Di kulitmu.
Di dalam dirimu.
Di organ, darah, pembuluh darah,
Di urin
Mereka selalu ada di sana.

Kita manusia tidak dibangun untuk lingkungan yang steril.
Kita diciptakan untuk hidup di antara mikroba, di antara hal-hal kecil yang dapat membunuh kita. Mikroba dan virus adalah bagian penting dari kehidupan kita sejak lahir.
Setiap hari, lingkungan kita dipenuhi dengan mikroba-mikroba ini.
Dan kita memang membutuhkannya.

Terkena mikroba dan virus adalah bagian dari bagaimana sistem kekebalan kita berkembang. Semakin tertantang sistem kekebalan kita (within reason), semakin baik sistem itu melindungi kita. Padahal, tumbuh di lingkungan yang steril bisa jadi berbahaya.

Di jaman modern saat ini, rumah kita, makanan kita, air kita, semuanya lebih bersih dari sebelumnya. Kita membersihkan semuanya. Pengaturan hidup yang steril menawarkan jauh lebih sedikit tantangan bagi sistem kekebalan tubuh kita. Sistem tubuh kita kemudian akan mulai menggunakan energinya untuk menyerang zat yang tidak berbahaya.

Apa yang terjadi jika sistem kekebalan tidak dilatih dengan benar?
Dia bisa bereaksi secara berlebihan.
Seperti mudah teriritasi oleh serbuk sari dan tungau debu.
Mengembangkan alergi dan inflamasi, dan banyak tantangan imunitas lainnya.

Berikut beberapa statistik yang mengkhawatirkan:

1. Berdasarkan Pusat Pengendalian & Pencegahan Penyakit, persentase anak-anak di negara Amerika Serikat dengan alergi makanan naik 50 persen antara 1997 dan 2011.

2. Selama tahun yang sama, peningkatan alergi kulit sebanyak 69 persen, dengan 12,5 persen anak-anak Amerika mengalami eksim dan iritasi kulit lainnya.

Bagaimana dengan Indonesia?
Atau negara lainnya?
Semua bergerak ke arah yang sama.

Organ kita sebenarnya belajar bagaimana hidup dengan mikroba dan virus dengan mengatasi tantangan yang datang. Jadi, dengan menghancurkan mikroba secara langsung, kita merusak sistem kekebalan kita sendiri.

Lebih dari 50 juta orang Amerika Serikat mengalami berbagai jenis alergi setiap tahunnya. Alergi adalah penyebab utama ke-6 dari penyakit kronis di A.S. Dan untuk berbagai kondisi autoimun, insiden meningkat antara 3% dan 9% dari tahun ke tahunnya.

Berdasarkan AARDA (Asosiasi Penyakit Autoimun Amerika) dan NIH (National Institute for Health) ada lebih dari 80 penyakit autoimun yang berbeda. Secara keseluruhan, mereka mempengaruhi lebih dari 23 juta orang Amerika, dan mereka memperkirakan jumlah sebenarnya lebih dari dua kali lipat angka NIH. Kedua angka tersebut adalah angka sebelum COVID. Apa yang akan terjadi di masa depan akan sulit untuk diprediksikan.

Sistem kekebalan kita menjadi terganggu jika tidak terus-menerus berinteraksi dengan alam semesta. “Sistem kekebalan kita membutuhkan pekerjaan,” kata seorang peneliti. “Kita manusia berevolusi selama jutaan tahun agar sistem kekebalan kami terus diserang.

Ada alasan untuk percaya bahwa penggunaan pembersih tangan dan sabun anti-bakteri yang berkelanjutan dapat menyebabkan peningkatan alergi dan penyakit autoimun. Ini adalah situasi yang paralel dengan apa yang telah kita pelajari tentang antibiotik: Konsumsi antibiotik yang terlalu sering dapat menyebabkan – dan sudah mengarah – pada organisme penyakit yang beradaptasi dengan lebih baik (cari tahu tentang super bug)

Apakah sebagian dari kita terlalu melindungi diri?
Masalah apalagi yang akan kita hadapi setelah COVID, ruam alergi dan gangguan autoimun?
Jawabannya, sulit untuk diprediksi.
Tapi saya berani menebak bahwa tidak akan ada setetes pun. Ini hanya masalah seberapa besar peningkatannya dan berapa lama gelombang itu akan bertahan.

Kita tahu bahwa perlindungan berlebihan dari bakteri dan virus pada akhirnya merusak sistem kekebalan manusia. Jadi, keseimbangan perlu kita temukan/capai. Dengan segala cara, patuhi peraturan negara & pemerintah setempat tentang menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan berkegiatan sosial. Tetapi juga perlu diingat bahwa perlindungan terbaik kita adalah sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Sistem kekebalan tubuh kita itu harus dilatih.
Mengkonsumsi makanan lokal yang sedang musim.
Mengkonsumsi lebih banyak whole food plant based/makanan utamanya nabati utuh

Saat sekarang kita tidak terlalu sering bergaul dengan orang lain, habiskanlah lebih banyak waktu di alam bebas. Jangan takut untuk duduk di rumput atau tanah, berkebun.

Jika kamu punya kekhawatiran tentang
Tanah coba cari tahu lebih tentang “Dirt”
Dirt Is Good: The Advantage of Germs for Your Child’s Developing Immune System
Let Them Eat Dirt: How Microbes Can Make Your Child Healthier


Tagged as , , , , ,



Comments

Leave a Reply


Continue reading


Search