Melihat Udara Bersih dengan berbagai kacamata

Written by on September 8, 2021

Udara bersih adalah faktor terpenting dalam kesehatan kita

Kita berbicara tentang
Membersihkan tubuh dengan detox
Membersihkan makanan dengan memilih organik
Membersihkan hati dengan devotion
Membersihkan pikiran dengan meditasi
Membersihkan ruang fisik dengan declutter & menyederhanakan
Membersihkan pakaian sintetis dengan memilih non GMO dan pakaian serat alami

Bagaimana dengan membersihkan udara kita?
Udara yang kita hirup di setiap detik kehidupan kita.

Kalau dipikirkan,
Lebih dari 50% bahkan rata-rata manusia modern 99% hidup untuk menghasilkan sesuatu, untuk berkreasi. Dan sisanya 1% dari waktunya digunakan untuk “bersih-bersih” termasuk untuk “menyucikan diri” kembali termasuk menghirup udara bersih.

Tapi kalau dipikirkan kembali,
Kita sebenarnya, menggunakan lebih lagi waktu untuk “bersih-bersih” meskipun itu bersih-bersih yang murni. Kita mandi, kita peduli, sangat peduli sekali dengan higienitas bahkan steril. Kita ganti baju, sikat gigi, menjaga rumah bersih, dapur bersih, berolahraga, karena kita tahu semua ini punya dampak untuk bagaimana suksesnya kehidupan kita.

Kecuali,
Sebagian besar dari kita rata-rata menolak “bersih-bersih” yang benar-benar dibutuhkan agar tubuh bisa sehat secara optimal, yang kaitannya juga ke pikiran, hati dan jiwa kita. Karena bersih-bersih yang sejati itu butuh kekuatan dan fokus juga konsistensi.

Berbicara tentang bersih udara bersih.
Ketika kita berpikir tentang kesehatan, kita cenderung terjun langsung ke
kualitas makanan, ke nutrisinya dan kita melupakan cara paling mendasar untuk memulihkan kesehatan yaitu menghirup udara bersih dan cara kita bernapas. Bahkan apa yang kita hirup berkaitan erat dengan dengan kesehatan usus, racun kimia dari lingkungan dan patogen yang sering dihirup adalah hal yang terbawa di udara yang secara negatif mempengaruhi mikrobioma usus kita.

Saat ini, udara bersih bisa dibilang adalah barang mewah.
Menurut studi Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), rata-rata orang Amerika menghabiskan 93% dari hidup mereka di dalam ruangan, 87% dari hidup mereka di dalam gedung, kemudian 6% dari hidup mereka di dalam mobil/
transportasi publik. Selain itu, ‘konsentrasi beberapa polutan seringkali dua hingga lima kali lebih tinggi daripada konsentrasi di luar ruangan pada umumnya.’

Polutan tersebut meliputi:
1. Produk higienitas dan kosmetik
2. Pakaian

3. Bahan bangunan
4. Perabotan
5. Alat pembersih rumah tangga
6. VOCs (Senyawa Organik Volatil)
7. Kontaminan biologis seperti virus, bakteri, jamur
8. Produk pembakaran seperti Karbon Monoksida
9. Polusi luar ruangan, tergantung pada daerahmu, mulai dari polusi industri, asap dari kebakaran hutan, atau sekedar aktivitas tetangga sesederhana seprai yang dijemur menggunakan pengharum sintetis hingga penggunaan pestisida dan sejenisnya dikebun rumahnya.

Kalau dipikir-pikir, polusi udara itu ada dimana-mana.
Dan kenyataannya, d
alam hal peraturan keselamatan, tidak banyak yang mempelajari efek sinergis jangka panjang dari semua jenis polutan yang berbeda ini. Setiap pengujian toksisitas yang dilakukan biasanya melibatkan senyawa individu dalam pengaturan yang sangat terkontrol dan hampir tidak pernah menyelidiki efek campuran kompleks. Misalnya, merokok meningkatkan 10X risiko kanker paru-paru sedangkan paparan asbes 5X risiko kanker paru-paru. Efek sinergis total dari merokok + asbes adalah 55X risiko kanker paru-paru. Dan semacamnya. Karenanya, kita menggangap semua ini sepele, karena kita melihatnya dari “kacamata tertentu saja”.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia, semua emisi dalam ruangan ini menyebabkan lebih dari 4 juta kematian dini global per tahun. Terutama mereka yang tinggal dan bekerja di dalam gedung dengan ventilasi yang tidak memadai dapat mengalami “sick building syndrome”.

Sementara kita semua berusaha mencoba untuk mengobati bumi ini, agar kita bisa menghirup udara bersih yang kaya akan mikrobioma untuk menunjang keberlangsungan kehidupan kita, kita harus memastikan juga untuk kualitas udara di dalam rumah semaksimal mungkin untuk bebas toxic, atau sangat minim toxic.

Apa yang bisa kita lakukan untuk menciptakan udara sehat di dalam rumah kita?
1. Mencari sumber toxic di rumah kita.
2. Menyederhanakan rumah untuk hanya memiliki barang-barang yang tidak toxic atau secara drastis meminimalisir kepemilikan barang toxic.
3. Memelihara tanaman indoor untuk membantu meningkatkan kualitas udara di dalam rumah.
4. Menggunakan penjernih udara atau air purifier.

Membersihkan udara kita, seiring kita membersihkan pikiran kita, tubuh kita, ruang kita adalah hal yang sangat PENTING dan KRITIS untuk harus dilakukan. Bersih-bersih ini menjadi motor dari setiap keinginan kita untuk menhasilkan untuk memberi, untuk berkehidupan, untuk menikmati hidup dan hidup dari kehidupan yang mengisi diri kita secara mendalam.

Akan sangat berbeda kualitas hidup kita kala;
Kita hidup dengan tidak peduli untuk bersih-bersih yang sejati
Dan hidup yang bebas dan lepas karena kita melakukan bersih-bersih yang sejati

Memurnikan kembali diri kita secara proaktif dan selalu berpikir tentang pencegahan adalah cara terbaik. Karena kita ingin hidup dari diri kita yang terbaik, yang bebas dari depresi, kecemasan, burn-out, dan segala penyakit karena gaya hidup yang tidak selaras dengan innate nature kita.

Bersihkan udara kita,
Bersihkan diri kita,
Jaga diri kita untuk tetap murni
Sebelum sistem di tubuh kita harus turun mesin dengan munculnya mulai dari pikiran negatif, hingga depresi, kolesterol tinggi, obesitas, tidak berenergi.

Hidup kita itu tidak mudah,
Penuh dengan debu, keringat dan lelah tapi penuh juga dengan karya yang indah.

Jiwa kita
Fitrah kita ingin kita untuk tidak terbebani
Untuk selalu bersentuhan dengan segala sisi kehidupan

Murnikan diri kita seiring kita berperjalanan
Jiwa kita selalu punya tempat untuk kita tumbuh menjadi kita yang terbaik, Mind, Body & Soul.

Ps: Sering-seringlah bermain di hutan untuk menghirup udara bersih dan kaya dengan kebaikannya.

Pentingnya Udara Bersih

Sumber:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7215772/
https://www.epa.gov/sites/default/files/2014-08/documents/sick_building_factsheet.pdf


Tagged as , , ,



Comments

Leave a Reply



Search